Agustus 11, 2022

Susunan Pemain

Berita Seputar Dunia Sepak Bola, Jadwal, Susunan Pemain, Prediksi Hasil Pertandingan, Live Score Sepak Bola Liga Indonesia, Eropa dan Internasional

Apakah Adil? Jika Liga Inggris Di Hentikan Dan Liverpool Gagal Juara Musim Ini

Kesedihan Liverpool Apabila Liga Dihentikan

Kesedihan Liverpool Apabila Liga Dihentikan РLiverpool mungkin yang paling terpukul jika seluruh kompetisi dinyatakan berhenti tanpa juara karena pandemi virus corona (covid-19). Kemungkinan itu tidak adil bagi The Reds. Kesedihan Liverpool Apabila Liga Dihentikan karena sudah 30 tahun lamanya menunggu gelar Primer league tersebut.

Pasalnya, hanya posisi Liverpool yang paling dekat dengan ‘garis finis’ dibandingkan para calon juara di liga-liga lainnya.

Jarak antara skuat arahan Jurgen Klopp di posisi puncak dengan peringkat kedua, Manchester City, sampai 25 poin. Selisih itu yang terbesar di antara lima besar liga-liga di Eropa.

Tak ada klub di lima liga top Eropa yang menyamakan Liverpool dalam hal keunggulan selisih poin di puncak klasemen musim ini. Paris Saint Germain (PSG) saja yang masih bertabur bintang, hanya berjarak 12 poin dari posisi kedua, Olympique Marseille.

Di Liga Jerman, Bayern Munchen di posisi teratas hanya berjarak empat poin dari Borussia Dortmund di peringkat kedua.

Begitu pula di Liga Spanyol, selisihnya lebih tipis. Barcelona yang berada di posisi puncak hanya selisih dua poin dari Real Madrid. Di Italia bahkan hanya berjarak satu poin antara Juventus dengan Lazio di posisi kedua.

Sebelumnya wacana penghentian liga-liga di Eropa kembali mencuat. Gagasan tersebut kali ini dilontarkan Ketua Medis FIFA, Michel D’Hooghe.

Dia menilai mustahil jika operator memaksakan melanjutkan kompetisi di tengah pandemi covid-19.

D’Hooghe telah mengetahui rencana di beberapa negara untuk melanjutkan kompetisi musim ini. Dengan demikian, kompetisi akan berlanjut di tengah pandemi virus corona.

JUDI BOLA ONLINE TERPERCAYA

Kompetisi papan atas Eropa seperti Inggris, Spanyol, dan Jerman berencana untuk melanjutkan persaingan musim ini. Beberapa tim di Jerman dan Inggris bahkan sudah kembali menjalani latihan dengan mengikuti instruksi social distancing.

Dia meminta para operator liga di setiap negara lebih mengutamakan keselamatan daripada pertimbangan ekonomi semata.

“Saya akan merasa gembira, dengan cara yang mudah, memulai musim berikutnya dan tidak menggelar apapun sebelum awal musim baru,” ujar D’Hooghe seperti dikutip dari The World Game.

Jika mereka bisa memulai musim 2020/2021 pada akhir Agustus atau awal September saya akan senang. Mereka bisa menghindari serangan kedua virus [covid-19], yang bukan tidak mungkin terjadi. Semua orang harus sangat berhati-hati untuk saat ini.

Untuk itu, D’Hooghe menyarankan agar semua liga terutama di Eropa membatalkan kompetisi mereka karena situasi darurat. Dia juga mengusulkan agar kompetisi baru bisa dimulai setidaknya pada September.

Baca Juga : 7 Rekrutan Termahal Jose Mourinho

Klub-klub pemuncak klasemen sementara seperti Juventus, Barcelona, Bayern Munchen, dan PSG mungkin tak terlalu kecewa seandainya liga dihentikan tanpa pemenang. Namun, Liverpool yang bakal paling terpukul.

Pasalnya, mereka sedikit lagi merengkuh gelar juara Liga Inggris. Jika melihat jarak poin antara The Reds dengan Man City, Liverpool hanya butuh dua kemenangan lagi untuk meraih juara.

Seandainya tak ada pandemi covid-19, Jordan Henderson dkk mungkin sudah meraih gelar juara pada 22 Maret. Itu jika mereka sukses mengalahkan Everton dan Crystal Palace.

The Reds jadi klub yang paling dominan di antara penguasa di lima liga top eropa lainnya musim ini. Ketika klub-klub besar sempat kesulitan, Liverpool langsung tancap gas di awal-awal musim ini.

Saat klub-klub besar mengalami grafik naik-turun, The Reds yang paling konsisten di pertengahan musim. Man City yang berstatus juara Liga Inggris dua kali beruntun pun dibuat kepayahan mengejar Liverpool di posisi terdepan.

Klub-klub macam Chelsea dan Manchester United bahkan seolah jadi seperti klub semenjana di hadapan The Reds.

Dalam aspek permainan, tentu tak ada yang bisa membendung langkah trengginas The Reds untuk menjadi juara musim ini.

Namun, bencana pandemi virus corona membuat semua berubah 180 derajat. Semua terhenti hanya karena ‘makhluk tak kasat mata’ tersebut.

Lagi-lagi, Liverpool yang bakal paling terpukul. Bukan hanya selangkah lagi mendekati finis, sudah 30 tahun lamanya mereka belum merasakan juara sejak 1989/1990.

Tentu saja penghentian kompetisi tanpa penentuan juara terasa tidak adil terutama bagi The Reds.